Sunday, November 24, 2013

Toyota di Kota Kelahirannya


"Always be studious and creative, striving to stay ahead of the times," begitu ungkapan filosofis Toyoda ketika menciptakan mesin itu. Secara harfiah, artinya : Selalu belajar dan kreatif, bekerja lebih baik agar tetap terdepan. Teknologi mesin pemintalan seolah menjadi gerbang utama peralihan ke industri otomotif. Melihat perjalanan ini, Toyota tak mau melupakan sejarahnya begitu saja.
Paling menarik, museum ini menyimpan lebih dari 4.000 koleksi, mulai dari mesin pintal tradisional sampai modern, mobil pertama, berbagai mesin, dan semua teknologi yang dimiliki dalam perjalanan menjadi merek otomotif ternama di dunia. Hebatnya lagi, semua koleksi yang dimiliki museum ini dalam kondisi terawat. Sehingga bisa beroperasi dengan baik, sama ketika masih digunakan.
Setiap mesin bisa didemontrasikan kerjanya oleh bantuan operator sekaligus pemandu. Museum terdiri dua bagian utama, yaitu paviliun mesin tekstil dan mobil. Bagian lainnya disebut taman energi, mesin uap, technoland dan toko souvenir.

Industri Otomotif 
Semasa hidupnya, Sakichi Toyoda lebih banyak menghabiskan waktunya mengembangkan teknologi mesin pintal. Hasil penemuan itu, kemudian diteruskan oleh putranya, Kiichiro Toyoda, pendiri TMC.
Setelah Sakichi meninggal dunia (Oktober 1935), Kiichiro bertekad menularkan semangat ayahnya pada masyarakat Jepang. Berambisi ikut menyumbang kemakmuran pada negara melalui bergagai penemuan. Awalnya, Kiichiro-kelahiran 1894-menunjukkan minat dalam dunia otomotif dengan mengujicoba mesin bensin 40-PS buatannya (1934). Sebelumnya, ia sudah lebih dulu menciptakan divisi khusus industri otomotif pada perusahaan ayahnya mulai 1933.
Mobil pertama Kiichiro disebut tipe A1 pada 1935. Pemegang saham perusahaan tertarik dan melipatgandakan modal untuk produksi massal. Hasilnya, truk pertama disebut "GA" diproduksi mulai 1936. Pada tahun yang sama, Toyota juga memproduksi mobil penumpang pertamanya, AA.
Keputusan Kiichiro ini berbuah manis, karena penjualan mobil terus meningkat. Akhirnya, 1937, Kiichiro mengadakan kontes terbuka desain logo. Dari totoal 27.000 peserta yang ikut dari seluruh Jepang, September 1937 dipilihlah logo baru di Takashimaya, Nihonbashi, Tokyo. Logo ini merupakan hasil kreasi Taneo Nakajima, desainer asal Nagasaki.
Merek DagangKiichiro juga mengubah merek dagangnya dari Toyoda menjadi Toyota supaya lebih mudah pelafalan warga Jepang. Juga lebih baik dalam penulisan huruf Jepang (katagana).