Thursday, July 25, 2013

4 Tanda Teman Anda 'Menusuk Dari Belakang'



 Bagi wanita, memiliki teman dan sahabat adalah kebutuhan yang sangat penting. Tidak semua orang bisa jadi teman, tidak semua senyum dari teman tulus, kadang kita butuh waktu untuk klop dengan seseorang dan menjadikannya teman.
Yang harus Anda perhatikan, ada beberapa 'teman palsu' yang harus Anda waspadai. Kemungkinannya, dia baik dan ramah di depan Anda, tetapi 'menusuk dari belakang'. Sebelum Anda jadi korban teman palsu, ketahui ciri-cirinya.
Dia Hanya Suka Bicara, Tidak Suka Mendengarkan
Sebuah pertemanan harus saling mengisi dalam sebuah keseimbangan. Jika dia sedang bicara atau curhat, Anda tentu mendengarkannya. Tetapi jika saat Anda sedang curhat dia justru memalingkan wajah dan menyela cerita Anda untuk mengoceh tentang hal lain, ini adalah tanda bahwa dia sebenarnya tidak tertarik dengan Anda dan kehidupan Anda.
Dia Tidak Suka Menolong
Dalam sebuah pertemanan, membantu dan dibantu adalah hal yang akan memperkokoh persahabatan. Anda bisa menilai ketulusan seseorang dari bagaimana dia membantu Anda. Coba perhatikan, apakah teman Anda selalu mengelak dengan berbagai alasan saat Anda meminta bantuan, atau dia tahu Anda butuh bantuan tapi pura-pura cuek? Waspadalah, ladies, teman sejati selalu peduli dan bersedia membantu sekecil apapun.
Dia Membuat Anda Merasa Buruk Luar Dalam
Dalam persahabatan, saling mendukung adalah manfaatnya. Seorang sahabat akan dengan senang hati membuat hidup Anda optimis. Saat Anda terpuruk, sahabat Anda akan memberi pelukan dan percaya bahwa Anda bisa, sekalipun seluruh dunia mengatakan tidak. Sikap saling mendukung inilah yang membuat Anda merasa bisa dan 'bersinar' dari dalam.
Jika sahabat Anda hanya bisa mengatakan hal buruk tentang Anda, memberi sikap pesimis bahkan mengejek Anda secara langsung, itu bukan teman yang sesungguhnya. Anda akan percaya bahwa Anda buruk dan tidak bisa. Parahnya, seringkali hal ini sengaja dilakukan untuk menjatuhkan Anda. Hati-hati!
Semua Hal Tentang Dia
Teman Anda sulit diandalkan, tetapi sekalinya membantu, dia akan membangga-banggakan dirinya, semua tentang dirinya. I'm everything and you're nothing, begitu prinsipnya. Dirinya adalah yang terbaik, sedangkan Anda tidak. Dia selalu membuat kesan bahwa dirinyalah yang WAH, sedangkan Anda tidak bisa apa-apa. Ini sudah bukan menusuk dari belakang lagi, tetapi langsung di depan wajah Anda.
Lalu harus bagaimana jika terlanjur berteman dengan orang seperti ini? Ini adalah hidup Anda, semua pilihan ada di tangan Anda. Mau terus berteman dengan 'duri' atau pasrah pada-Nya agar menemukan teman yang lebih cocok untuk Anda.